20 Jun 2011

INFO PENULISAN




Kawan-kawan semua,
Semoga info berikut bermanfaat.
CALL FOR PAPERS

Globethics.net mengundang para ilmuwan, akademisi, peneliti dan aktivis untuk mengirimkan hasil tulisannya, yang sudah pernah diterbitkan ataupun belum. Tulisan terpilih akan dimuat dalam Globethics.net dan diakses lebih dari 25.000 orang dari 225 negara di seluruh dunia, dan lima tulisan terbaik akan mendapat hadiah dan sertifikat.

Syarat dan Ketentuan
1. Tulisan dapat berupa artikel ataupun paper atau sejenisnya dengan jumlah halaman dan jumlah artikel/paper yang dikirim tidak dibatasi,
2. Untuk format paper menggunakan bodynote dan menampilkan daftar pustaka (bibliography)
3. Tema tentang etika terapan (Agama, hubungan antar agama, politik, ekonomi, bisnis, keluarga, pendidikan, gender, budaya, methodology, komunitas, bahasa, lingkungan, bio, dll).
4. Tulisan sudah atau belum dipublikasikan.
5. Tulisan yang sudah pernah diterbitkan harus menyertakan surat persetujuan untuk di submit di GE ID dari penerbitan (form telah disediakan).
6. Tulisan boleh berasal dari salah satu dari tiga bahasa, yakni Indonesia, Inggris dan Arab.
7. Abstrak kurang lebih 200 kata dan ditulis dalam bahasa Inggris
8. Tulisan yang dikirim akan menjadi hak dari Globethics.net Indonesia dan Globethics.net berhak untuk mempublikasikannya.
9. Deadline pengiriman tulisan 15 Juli 2011.
Cara pengiriman
1. Tulisan dikirim dalam format pdf dan Word Doc RTF
2. Tulisan dikirim via email kepada Nihayatul Wafiroh dengan alamat wafiroh@globethics.net.
Hadiah
Tulisan terbaik akan mendapat hadiah berupa sertifikat dan uang sebesar Rp. 3.000.000 untuk peringkat satu, Rp. 2.000.000 untuk peringkat kedua, Rp. 1.000.000 untuk peringkat ketiga, dan Rp. 500.000 untuk masing-masing dari dua orang juara harapan.

Globethics.net adalah website yang mempunyai basis di Jenewa. Website ini memfokuskan diri pada etika terapan, yang dipahami dalam makna luasnya semisal tema tentang Filsafat, Islamic Studies, Gender, Ekonomi dan sebagainya. Inti dari website ini adalah electronic library. Tujuannya adalah menjembatani ketimpangan informasi antara dunia Utara dan Selatan, dan juga dunia Barat dan Timur. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Globethics.net menyediakan beberapa layanan antara lain perpustakaan elektronik yang menyediakan artikel dan jurnal online dan bisa didownload full text, gratis serta multibahasa. Globethethics.net juga mendorong untuk membangun work group diantara partisipan yang nantinya bisa menjadi tempat berdiskusi serta membangun kerjasama penelitian bersama. Partisipan dalam Globethics.net juga memiliki akses untuk mensubmit tulisan-tulisan ke dalam perpustakaan elektronik di Globethics.net. Kesemua fasilitas tersebut bisa diakses secara gratis
untuk semua participant yang telah mendaftar secara gratis di Globethics.net. Saat ini Globethics.net telah telah memiliki lebih dari 500.000 full-text artikel dan buku dalam tema Etika terapan dan sekitar 120 internasional jurnal.
Globethics.net sejak tahun 2010 telah membangun kerjasama dengan ICRS-Yogya (Indonesian Consortium for Religious Studies) yang merupakan program doctor dari konsorsium tiga universitas yakni Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Universitas Kristen Duta Wacana, dan Universitas Gadjah Mada. Tujuan utama dari kerjasama ini adalah untuk mengembangkan Globethics.net di wilayah Indonesia. Di samping itu diharapkan dengan adanya Globethics.net Indonesia (Globethics.net ID), Indonesia dapat menyumbangkan pengetahuan baru tentang etika terapan pada dunia.
Demikian undangan pengiriman tulisan ini kami buat. Untuk informasi lebih lanjut silahkan menghubungi email wafiroh@globethics.net.

Contact Person
Nihayatul Wafiroh
Globethics.net Indonesia
Alamat : ICRS-Yogya
Sekolah Pascasarjana UGM
Lantai 3
Jl: Teknika Utara, Pogung, Yogyakarta
Telp : 0274-562570
www.globethics.net
wafiroh@globethics.net

INFO BEASISWA


Beasiswa Unggulan – Kementerian Pendidikan Nasional merupakan pemberian bantuan biaya pendidikan oleh pemerintah Indonesia atau pihak lain berdasarkan atas kesepakatan kersjasama kepada putera – puteri terbaik bangsa Indonesa dan mahasiswa asing terpilih. (Permendiknas RI Nomor 20 Tahun 2009)
SASARAN PROGRAM BEASISWA UNGGULAN
Beasiswa Unggulan diberikan kepada mereka yang memiliki prestasi sebagai berikut:
1. Peraih medali Olimpiade Sains / Teknologi tingkat Nasional/ Internasional;
2. Pemenang lomba LKS (Lomba Kompetensi Siswa) Tingkat Nasional;
3. Pemenang Lomba tingkat Nasional / Internasional, bidang Sains, Teknologi, Seni Budaya, Olahraga, dll;
4. Lulusan terbaik SMA / MA / SMK / Ponpes / Perguruan Tinggi yang diusulkan oleh Pemda (Propinsi/ Kabupaten/ Kota), Masyarakat (LSM), dan Insdustri;
5. Lulusan Cumlaude dari Perguruan Tinggi/ Sekolah Tinggi/ Akademi;
6. Penulis, Pencipta, Peneliti, Seniman, Olahragawan, dan Tokoh (P3SWOT) berprestasi;
7. Staf Pemda dan Staf Diknas dari unit- unit utama serta jajarannya;
8. Bukan Dosen (untuk reguler S1, S2, dan S3).
Jenis Beasiswa Unggulan
Berdasarkan Permendiknas tentang Beasiswa Unggulan, jenis beasiswa yang diberikan terdiri dari :
a. Beasiswa Unggulan Program Sarjana, yaitu beasiswa diperuntukkan untuk lulusan berprestasi dari Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Madrasah Aliyah (MA) guna mengikuti proses pendidikan program sarjana atau yang sederajat di perguruan tinggi bidang sains dan humaniora serta vokasi.
b. Beasiswa Unggulan Program Magister diperuntukkan untuk lulusan Sarjana (S1) atau sederajat yang memenuhi persyaratan tertentu untuk melanjutkan pendidikan di tingkat magister pada bidang studi dan konsentrasi yang berlaku di lingkungan KEMDIKNAS. Bagi aktifis mahasiswa bila memenuhi kriteria yang dipersyaratkan dapat menggunakan jalur ini untuk jenjang pendidikan selanjutnya.
c. Beasiswa Unggulan Program Doktor diperuntukkan untuk lulusan Magister (S2) atau yang sederajat yang memenuhi persyaratan tertentu untuk melanjutkan pendidikan di tingkat doktor pada bidang studi dan konsentrasi yang berlaku di lingkungan KEMDIKNAS.
d. Beasiswa Tunjangan Kreatifitas diperuntukkan untuk peserta didik pemenang kejuaraan tingkat internasional dalam berbagai bidang (vokasi, olahraga, seni dan sains).
e. Beasiswa mahasiswa asing (Palestina, dll) merupakan program khusus untuk mahasiswa asing dan diutamakan untuk negara Palestina, dll. Program ini digunakan untuk menstimulus program studi yang menyelengarakan gelar ganda dan kembaran.
f. Beasiswa untuk studi lanjut bagi olah ragawan berprestasi tingkat nasional dan internasional serta pemenang olimpiade sains, seni dan iptek.
g. Beasiswa Ulung merupakan program khusus untuk akselerasi penyelenggaran Fasttrack Program di dalam dan luar negeri dalam jenjang S1 hingga S3.
h. Beasiswa kemitraan dengan pihak industri terkait yang peduli di dunia pendidikan seperti BU-CIMB Niaga, BU-BRI (Beasiswa Nusantara), dll.
i. Beasiswa Unggulan untuk Peneliti, Penulis, Pencipta, Seniman, Wartawan, Olah Ragawan dan Tokoh (P3SWOT) diberikan berdasarkan profesi pelamar dan tidak memperhatikan jenjang pendidikan.
j. Beasiswa kemitraan alumni digunakan untuk pembinaan alumni program Beasiswa Unggulan jenjang pendidikan Sarjana (S1) atau sederajat, magister (S2) dan doktor (S3).
k. Beasiswa bidang kajian khusus seperti Akuntasi Pemerintahan merupakan program khusus untuk bidang kajian akuntasi pemerintah. Hal ini diperlukan untuk mendukung terciptanya pemerintah yang akuntabel (Good Governance). Bidang Energi terbarukan diperuntukan untuk mendukung ketersediaan sumber daya manusia yang memahami energy terbarukan di Indonesia, dan bidang kajian Gametech diperuntukan untuk penyediaan sumber daya manusia yang menguasai teknologi khususnya mengarah ke edutaiment.
Bentuk Beasiswa Unggulan
Peserta program Beasiswa Unggulan yang lolos seleksi baik di perguruan tinggi penyelenggara maupun dari Sekretariat Beasiswa Unggulan akan menerima beasiswa dalam bentuk salah satu dan/atau kombinasi dari sebagai berikut :
a. Biaya hidup adalah beasiswa yang diterima untuk menbantuan biaya hidup pada saat mengikuti program pendidikan jenjang S1 atau yang sederajat,S2 dan S3.
b. Biaya pendidikan adalah beasiswa yang diterima untuk membantu sebagian atau membiayai seluruh biaya pendidikan pada saat mengikuti program pendidikan jenjang S1 atau yang sederajat, S2 dan S3.
c. Biaya buku adalah beasiswa yang diberikan kepada peserta beasiswa saat menempuh program pendidikan jenjang S1 atau yang sederajat, S2 dan S3.
d. Biaya penelitian adalah beasiswa yang diberikan kepada peserta saat menempuh program pendidikan jenjang S1 atau sederajat, S2 dan S3.
e. Biaya publikasi ilmiah adalah beasiswa yang diberikan kepada peserta saat menempuh program pendidikan jenjang S1atau yang sederajat, S2 dan S3.
f. Tunjangan prestasi adalah bantuan pendidikan bagi peserta yang lolos seleksi dan diterima berdasarkan prestasi yang diraih.
g. Tunjangan kreatifitas adalah bantuan pendidikan bagi peserta yang lolos seleksi dan diterima berdasarkan kreatifitas yang di capai.
h. Bantuan beasiswa bagi peneliti, penulis, pencipta, seniman, wartawan, olahragawan dan tokoh yang disalurkan melalui P3SWOT.
i. Biaya transportasi/tiket pesawat adalah bantuan tiket bagi peserta untuk melakukan kegiatan ke atau dari luar negeri.
j. Biaya asuransi kesehatan adalah bantuan kesehatan untuk mendukung kegiatan pendidikan selama di dalam dan luar negeri.
k. Biaya kedatangan dan kepulangan adalah bantuan pendidikan untuk mengikuti program orientasi dan pembekalan bagi peserta beasiswa.
l. Biaya tunjangan awal/akhir program adalah bantuan yang diberikan pada saat awal dan berakhirnya kegiatan pendidikan peserta beasiswa.
m. Biaya matrikulasi adalah bantuan yang diberikan apabila peserta beasiswa diwajibkan mengikuti kuliah matrikulasi pada program pendidikan yang diikuti
n. Biaya operasional dan biaya-biaya lainnya (untuk berlangganan internet, sewa komputer, dll).
Setiap peserta program Beasiswa Unggulan berhak menerima seluruh bentuk beasiswa yang di tawarkan tersebut di atas, namun syarat utama pelamar adalah sangat kompetitif sekali, walaupun hal itu sangat jarang terjadi dan hak tersebut juga sesuai program beasiswa yang diikuti
PERSYARATAN PROGRAM BEASISWA UNGGULAN
1. Sudah diterima di Perguruan Tinggi dengan melampirkan Letter of Acceptance
2. Surat Pernyataan sanggup mengikuti peraturan pada Program Beasiswa Unggulan
3. Mengisi data diri secara lengkap pada website Program Beasiswa Unggulan:
http://www.beasiswaunggulan.kemdiknas.go.id4. Melampirkan proposal rencana usulan, tugas akhir/ Skripsi/ Tesis/ Disertasi
5. Syarat IPK & TOEFL untuk mengikuti seleksi:
S1: UAN > 7.25, IPK > 3.00, TOEFL 450
S2: IPK > 3.25, TOEFL 500
S3: IPK > 3.25, TOEFL 550
Isi pada form online dengan melampirkan scan Ijazah & Transkrip Nilai (untuk IPK & UAN) serta scan sertifikat TOEFL yang sudah dilegalisir.
*) Apabila calon pelamar tidak memiliki sertifikat TOEFL, dapat melampirkan sertifikat TOEIC, TOEFL IBT, IELTS, dll
6. Melampirkan Sertifikat penghargaan/ prestasi
7. Usia Pendaftar diprioritaskan:
a. DIV/ S1 tidak lebih dari 21 tahun
b. S2 tidak lebih dari 35 tahun
c. S3 tidak lebih dari 45 tahun
8. Melampirkan surat rekomendasi dari Instansi asal untuk mengikuti program Beasiswa Unggulan.
9. Membuat publikasi pada media masa nasional / Internasional (ISR).
Periode Beasiswa
Peserta program Beasiswa Unggulan selama menuntut ilmu baik di dalam negeri maupun luar negeri akan dibatasi waktu penerimaan beasiswanya. Hal ini dilakukan untuk memicu peserta program Beasiswa Unggulan dalam menyelesaikan studinya. Sebagai informasi awal, periode beasiswa yang diberikan terdiri dari:
1. Dari aspek pola pembelajaran yang dikembangkan, untuk program sarjana (S1) atau yang sederajat, peserta akan mendapatkan beasiswa (biaya pendidikan) selama maksimal 6-8 semester untuk biaya pendidikan. Sedangkan bagi yang mendapatkan biaya hidup akan diterima maksimal 36-48 bulan, kecuali untuk mahasiswa asing tertentu.
2. Dari aspek pola pembelajaran yang dikembangkan, untuk program Magister (S2), peserta akan menerima beasiswa (biaya pendidikan) selama maksimal 4 semester yang meliputi biaya pendidikan. Sedangkan biaya hidup maksimal akan diberikan selama 18 bulan, kecuali untuk mahasiswa asing tertentu.
3. Dari aspek pola pembelajaran untuk program Doktor (S3) selama maksimal 6 semester yang meliputi biaya pendidikan dan biaya hidup, kecuali untuk mahasiswa asing tertentu.
Sedangkan untuk melakukan proses pengajuan Beasiswa Unggulan dapat dilakukan mulai tanggal 1 Januari dan berakhir pada tanggal 31 Desember pada tahun yang berjalan. Sedangkan proses pencairan dana beasiswanya mengikuti proses pencairan anggaran tahun berjalan. Adapun tutup tahun anggaran dilakukan pada tanggal 31 Desember tahun berjalan.
For more information, please visit official website: www.beasiswaunggulan.kemdiknas.go.I'd Semoga bermanfaat.

6 Des 2010

FLASH FICTION: HANTU BERISIK






HANTU BERISIK


Sreekkkkkkkkkkk!!! Bunyi gemerisik itu memecah malam. Aldino ketakutan. Matanya tertuju pada bayangan yang menyelinap di sudut bawah pintu kamar itu. Bayangan itu semakin besar dan tinggi. Bunyi itu semakin keras. ‘Haaaannnn… tuuuu!! Duhhh… gimana, nih?’ tanyanya tertahan. Bayangan itu seperti seorang penyihir dengan topi lancip dan sapu ajaibnya.
‘Takut itu harus diobati oleh diri sendiri!’ Aldino teringat pesan neneknya. ‘Aku gak boleh takut!’ serunya dalam hati. Sesekali dilihatnya bayangan itu. Ia merayap ke arah jendela dan mengintip dari balik tirai. Bayangan hitam itu memegang sapu tinggi. Srekkk … srekkk!! Kening Aldino berkerut. ‘Haaa…!’ pekiknya dalam hati, ‘Aki Pardi…!’ Aki Pardi adalah petugas kebersihan. Sejak istrinya sakit keras, lelaki tua itu hanya dapat melakukan tugasnya malam hari. Seharian ia merawat istrinya itu. Aldino ingat itu. Ia terharu.

CELOTEH ANAK II: DAGING BENERAN



DAGING BENERAN

Sore itu, Firdan tampak sumringah. Ia tahu neneknya sedang mengikuti pengajian dalam acara syukuran kelulusan anak tetangga. Ia sudah dapat menduga bahwa sang nenek tidak akan pulang dengan tangan hampa. Jauh di dalam benaknya sudah terbayang sekantung plastik dus besar berisi nasi dan lauk pauk yang tertata rapi serta sebuah dus kecil sarat kudapan di atasnya. ‘Pokoknya… harus dapat dagingnya…’ pikirnya. Tayangan TV di depan matanya sore itu tidak menarik perhatiannya. Terbukti, derita suara pagar menjelang waktu magrib tiba itu sontak membuatnya sangat gembira. Setengah melompat, ia berlari ke arah pintu. Teriakan riang pun membahana memecah perhatian ibu-ibu tetangga yang baru saja membubarkan diri dari acara itu.

Nenek : “Assalamualaikum!”
Firdan : “Nenek… udah ngajinya, ya? Bawa apa, Nek? (sibuk merogoh kantung kresek untuk
mencari tahu isi dus)
Nenek : “Ehh… nanti dulu….! Jangan ribut gitu! Tutup dulu pintu pagarnya!”
Firdan : (setengah berlari dan penuh semangat) Blaaaaarrrrrrrrrrrr!!!!!!! (pintu pagar
tertutup keras)
Nenek : “Ihhh… nutup pintu jangan tergesa-gesa!”
Firdan : “Heee… maaf, Nek!” (kembali sibuk membuka isi kantung plastik)

Dikeluarkannya sebuah dus kecil berisi aneka kudapan. Dibukanya dus itu. Namun, tidak satu kudapan pun yang menarik hatinya. Ditutupnya lagi dengan tergesa dus itu. Lalu, tangannya sibuk mengeluarkan dus besar yang paling diminatinya. Kresssskk. Dibukanya dus berisi nasi dan lauk pauk itu.

Nenek : “Firdan belum makan sore?”
Firdan : “Belum!” tukasnya pendek, “Kan nunggu Nenek!”
Nenek : “Tadinya buat Aki!”
Firdan : “Dede mah kan cuma pengen dagingnya aja!”
Nenek : “Kan.. Nenek udah masak daging… tuh… lihat!” (membuka tutup basin)
Firdan : (tidak tertarik) “Nggakkk … ahh…! Nggak mau….! Dede mah pengen daging
yang ini! Ini mah daging beneran! (sambil menunjukkan sekerat tebal
daging gepuk)
Nenek : “Lho… yang dimasak Nenek juga daging beneran!”
Firdan : “Bukan… bukan daging beneran! Itu mah daging boongan (tetelan).”
Nenek : ?????!!!!! (memandang hidangan yang terbuat dari daging tetelan)
Firdan : (menunjuk ke tempat hidangan) “Tuh… kan dagingnya beda! Ini lho, Nek,
yang namanya daging beneran! Lihat nih! Nih,nih, nih!” (sambil
menunjukkan daging itu) “Ini mah rasanya enak… enak banget, Nek!”
Nenek : (dongkol) “Iya, deh, nanti kalau mau minta dimasakin daging beneran…
minta dulu uangnya sama Ibu, ya! Nanti, Nenek yang beli dagingnya
terus dimasak kayak gini!”

CELOTEH ANAK I: RUMAH MAKSIMALIS


RUMAH MAKSIMALIS

Tidak biasanya Firdan asyik menatap layar kaca yang memperlihatkan tayangan
tentang griya. Padahal, hari Sabtu atau Minggu, pada jam tayang yang sama ia akan hunting program aksi kesayangannya, Naruto-kah atau tayangan berbau teknologi Jepang atau kartun lainnya. Sorot matanya tampak mengagumi setiap detil rumah indah yang menjadi objek program itu.
Aku : “Ih tumben nonton ginian?” (sambil duduk disampingnya)
Firdan : (tanpa menoleh) “Rumahnya bagus, Bu! Lihat … tuh! Ada kolam renangnya di
belakang! Ada pancurannya! Dede (ia biasa menyebut dirinya) mau punya rumah
kayak gitu!”
Aku : (tersenyum) “Ya, doakan mudah-mudahan Abu bisa punya rezeki!”
Firdan : (menoleh dengan sorot mata dan raut wajah penuh semangat) “Ehh, Abu… Abu…
rumahnya Bapak itu (sambil menunjuk ke arah TV) nggak banyak barang … tapi
bagus, ya, Bu?
Aku : “Ya… kan namanya juga rumah minimalis……….!” (dengan nada santai)
Firdan : (bingung sejenak dan matanya berkeliling menyusuri ruang demi ruang di dalam
rumah (yang masih milik neneknya itu)—lemari buku penuh sesak, tumpukan koran
di bawah meja, tumpukan lipatan baju yang belum disetrika, barisan barang
kecil di atas buffet, meja makan yang sarat hidangan empat sehat lima
sempurna) “Mhhhmmm… jadi… rumah minimalis itu rumah yang nggak banyak barang,
kan, Bu? (tanyanya mengulang)
Aku : “Ya…”
Firdan : (bertubi-tubi) “Di rumah nenek, kan, banyak barang ya, Bu? Iya, kan, Bu?
Aku : (berdehem) “Hmmmmmmmmm…..”
Firdan : “Jadi bukan rumah minimalis!”
Aku : (berdehem) “Hmmmmmmmmm…..”
Firdan : (bertubi-tubi) “Kalau nggak minimalis… rumah nenek jadi rumah maksimalis,
kan, Bu? Ihhh…. Nggakk ahhh… Dede mah nggak mau ahhh punya rumah kayak punya
nenek! Nggak mau yang banyak barangnya!!!”
Aku : Rghtuikrttttzzz@#$$@%!

19 Mei 2010

MAWAR KOYAK


aku... akulah bunga mawar
tersayang di antara kembang-kembang
jutaan tersebar di taman liar
aku... aku ditumbuhkan di atas sebuah
altar di tengah-tengah sebuah kumpulan
lontaran riuh gemuruh

aku... akulah mawar
yang tumbuh melenggang menggapai langit
dengan pongah posisi duri
tegak menantang langit
menggoda penghuni jagat
dengan segudang aroma hasrat
mengguncang gelora


aku... akulah mawar
yang pernah dibiarkan
tumbuh menjadi primadona mahal
yang pernah ditatap
jutaan mata gelisah resah
mengaduk desah-desah sesak sengal

aku... akulah mawar
yang tak pernah menatap
mata-mata hitam
bersembunyi di balik rimbun dedaunan taman
yang tak pernah menangkap
rautan cakar-cakar tajam
yang menggurat garis kasar
di permukaan tanah

aku... akulah mawar
mawar yang koyak
karena tertusuk duri
yang tak lagi mau menegak
aku... akulah mawar
yang kini terkesiap
tergelinjang terguling
mengaduh menahan perih
aku... akulah mawar
yang kini siap menantang
deru amukan kematian
aku... akulah mawar
yang kini tak sanggup
menangisi kelopak
yang mulai runtuh

aku... akulah mawar
yang kini mengerut
menahan derita
aku... akulah mawar
yang kini mulai mengkerut

aku ... akulah mawar
mawar yang terkulai
aku... akulah mawar
mawar yang terkoyak
aku... akulah mawar
mawar yang terburai

On the cloudy days, May 2010

18 Mei 2010

"CAHAYA" YANG BERJUANG MENJADI TERANG



Cahaya adalah nama indah seorang wanita yang berwujud indah. Namun, sayang, ia tidak kunjung mewujudkan keindahan di dalam perjalanan hidupnya.Hari demi hari ia habiskan dengan memeras peluh di atas sebuah ranjang nafkah gairah. Cahaya menjadi daerah tujuan wisata kaum adam hidung belang, dalam istilah Cahaya: peziarah resah. Ya,Cahaya adalah wanita penjual hasrat. Pelacur! Siapapun bisa mendatanginya dengan niat dan tujuan yang beraneka.
Cahaya adalah pelacur yang kedudukannya jelas terhina dalam kancah religi. Cahaya tahu bahwa status dirinya menjadi sasaran hujatan kalangan pengkhotbah. Namun, Cahaya heran bahwa salah seorang pelanggannya justru datang dari kalangan pengkhotbah!!! Cahaya heran bahwa dirinya kelap tersudutkan dalam kacamata masyarakat, tetapi dirinya senantiasa dikejar anggota masyarakat dari berbagai kalangan, terutama pemuja hasrat.
Cahaya sadar profesinya sangat tercela. Namun, Cahaya tidak mau jika dirinya dituding sebagai wanita hina. Ia wanita dewasa yang ingin mendapatkan kemuliaan. Ia berjuang dengan caranya sendiri, termasuk mendekati para pelanggannya. Namun, apa yang ia dapatkan hanyalah cela dan kekecewaan. Bahkan, ia diperkosa ramai-ramai oleh selusin perwira dan tubuh masainya dibuang ke laut. Cahaya selamat. Ia merasa bahwa wujudnya baru, reinkarnasi. Cahaya merasa bahwa dirinya kembali menjadi mulia, meskipun dengan profesi yang sama, penjaja cinta.
Cahaya tidak mampu membendung gempuran hasrat lelaki. Rahimnya tidak mampu menolak output dari perbuatannya itu. Empat anak terlahir dari rahimnya. Keempat anak Cahaya tidak mampu menebar sinar kebahagiaan bagi sang ibu. Mereka lebih merupakan buah karma atas perbuatan asusila ibu dan ayah yang tidak pernah mereka ketahui itu. Membesarkan mereka laksana senjata makan tuan. Cahaya menjadi korban asusila keturunannya sendiri.
Monolog "Cahaya" menyampaikan satir atas kiprah bejat kaum agamis yang dari luar tampak sok suci! Selain itu, monolog tersebut juga menyampaikan bobroknya moral para penguasa, pejabat dan aparat. Cahaya adalah simbol atas kebencian kaum marginal atas sikap picik masyarakat, di satu sisi. Di sisi lain, anggota masyarakat sendiri yang memanfaatkan dan menjadikan Cahaya sebagai bulan-bulan kenistaan. Cahaya adalah simbol kegelapan yang berjuang untuk terlihat menjadi terang dalam roda kehidupan. Suatu perjuangan panjang yang tiada berujung.
Monolog "Cahaya" dibawakan oleh Heliana Sinaga sebagai penutup rangkaian kegiatan menyambut Hari Kartini di Kafe Mediterrazia, Jalan Bukit Dago Utara 2c Bandung, hari Minggu, 16 Mei 2010, pukul 20.30 WIB. Naskah ditulis oleh Silvester Petara Hurit, salah seorang penggiat seni di Kota Bandung.