4 Mei 2009

BUKU MULTIPROFESI



BUKU: BERBAGAI PROFESI


Buku …. Mendengar kata buku, mengingatkan kita pada lembaran kertas berisi rangkaian kata-kata sarat makna. Buku selama ini dijadikan sebagai sarana untuk mencari makna sesuatu benda atau sesuatu hal yang kita butuhkan. Adakalanya buku menjadi pelipur lara dikala kita merasa jenuh. Kadangkala, buku menjadi menjadi tumpahan perasaan kita atas segala persoalan.
Ya, buku bukan sekadar bahan bacaan. Ia bisa menjelma menjadi sesosok makhluk yang multiprofesi. Ia bukan sekadar informan, sebagai ladang pencarian informasi, melainkan sebagai komunikan, dokter, paranormal, guru, ulama, pengasuh bayi, inspirator, penasihat, bahkan penjahat. Bagaimana bisa? Kita simak metamorfosa buku sebagai makhluk multiprofesi itu.
Buku sebagai seorang komunikan sangat mungkin terjadi. Dalam hal ini buku berfungsi sebagai penyambung tali silaturahmi antarmanusia. Pada abad yang lalu, gaya pacaran anak muda sangat berbeda dengan anak-anak sekarang. Kebanyakan bergaya aristokratis, salah satunya adalah melalui peminjaman buku. Seorang pemuda berpura-pura meminjam buku pada seorang gadis yang diinginkannya, lalu ia mengembalikan benda itu setelah sebelumnya menyelipkan sepucuk surat pendekatan yang ditujukan kepada si pemilik buku. Selain hal itu, buku juga dapat mempererat tali kasih antara orangtua dan anak. Membacakan buku cerita menjelang tidur merupakan hal yang sangat menentukan bagi perkembangan anak. Membacakan dongeng, kisah teladan, biografi tokoh-tokoh terkenal, ilmu pengetahuan sederhana, atau keterampilan akan meningkatkan sisi kedekatan anak dan orang tua. Membahas dengan cara sederhana mungkin materi yang baru saja dibacakan juga dapat meningkatkan kedekatan antaranggota keluarga.
Buku sebagai seorang dokter, artinya, buku dapat meningkatkan kesehatan pembacanya. Di negeri sakura telah menjadi kebiasaan untuk membunuh perasaan bosan seseorang dalam perjalanan panjang menuju tempat tujuan dengan membaca. Dalam kondisi jenuh pun, buku dapat dijadikan sebagai obat, terutama untuk segmen kejiwaan. Bahkan, kalangan medis banyak menyarankan kepada lansia untuk tetap melakukan aktivitas membaca yang interaktif agar terhindar dari risiko kepikunan—teka-teki silang dan sudoku.
Buku juga dapat berfungsi sebagai seorang paranormal. Betapa tidak! Banyak hal yang tidak logis dan tidak lazim telah diungkapkan dalam beberapa buku fenomenal. Banyak hal yang kini terjadi telah dikonfirmasikan kepada pembacanya sejak beberapa tahun atau berabad yang lalu. Banyak kisah-kisah kuno yang menyampaikan peristiwa dahsyat pada masa lalu yang kini terjadi kembali. Banyak pula kisah-kisah manusia masa kini yang terungkap sejak peradaban modern lahir.
Buku dapat berfungsi sebagai seorang guru. Buku mengajarkan banyak hal yang sangat berguna bagi manusia. Sejarah jepang membuktikan hal itu. Kehancuran pasca PD II mendorong semangat hidup penduduk negeri sakura untuk mencari guru yang termudah dan termurah, buku. Penerjemahan dan penghisapan ilmu pengetahuan di segala bidang pun terjadi secara besar-besaran hingga akhirnya negeri itu mampu bangkit menjadi raksasa Asia.
Buku bisa berperanan sebagai seorang ulama. Buku dapat kita jadikan sebagai seorang ulama yang mampu menanamkan sisi-sisi halus ke dalam benak manusia. Banyak pembaca yang mendapatkan hidayah dan mampu menemukan pencerahan setelah membaca buku. Buku-buku pengembangan diri, agama, psikologi, kisah-kisah teladan, biografi tokoh merupakan salah satu yang dapat dijadikan sebagai pembuka pintu pengembangan diri yang lebih baik.
Buku bisa beraksi sebagai seorang pengasuh bayi. Buku dapat menuntun seseorang untuk meraih satu tujuan. Buku dapat membersihkan hati seseorang dari prasangka buruk. Buku dapat meninabobokan seseorang. Buku dapat memberikan asupan zat gizi ke dalam otak kita. Bahkan, buku dapat mencuci otak kita.
Buku sebagai inspirator, mengapa tidak? Buku dapat memberikan pemahaman baru kepada seseorang dalam memandang hidup. Buku dapat membuka mata hati seseorang tentang fakta yang terjadi dalam kehidupan. Buku dapat mendorong seseorang untuk melakukan atau menemukan hal-hal yang baru. Buku dapat membuka impian baru seseorang. Karya dahsyat Harry Potter atau The Lord of The Rings bukan tidak mungkin merupakan hasil hunting terhadap sumber bacaan inspiratif.
Buku bisa menjadi penasihat. Adakalanya kita menemukan jawaban atas segala permasalahan yang kita hadapi. Adakalanya buku memberikan kepada kita arahan yang harus kita pilih dalam mengatasi persoalan hidup. Buku dapat kita jadikan acuan sebagai pengokoh benteng keimanan kita.
Buku sebagai penjahat? Mana mungkin? Mungkin saja! Banyak manusia tergelincir dari benteng keimanannya justru setelah membaca buku inspiratif. Banyaknya buku golongan kiri yang menyuarakan bahaya laten yang sanggup memutarbalikkan fakta kepada pembacanya. Satanic Versis atau Adik Baru merupakan salah satu buku yang fenomenal materinya, tetapi mengusung misi yang sangat berbahaya bagi tatanan etika di berbagai belahan bumi.
Kini, Anda tinggal memilih mana fungsi buku yang kerap Anda rasakan. Fungsi buku tidak hanya sekadar menjadi tempat mencari informasi saja. Ia bisa lebih hidup dan lebih leluasa lagi berkiprah dalam kehidupan manusia. Buku bisa kita jadikan sebagai sahabat atau psikopat! Tinggal pilih!*****


Resti Nurfaidah
Peminat sastra

Tidak ada komentar:

Posting Komentar