


REPORTASE KONFERENSI INTERNASIONAL KESUSASTRAAN INDONESIA XX
“MEMBACA ULANG FUNGSI SOSIAL SASTRA DALAM MENUMBUHKAN NILAI DAN SIKAP KEBANGSAAN”
BANDUNG, 5—7 AGUSTUS 2009
AUDITORIUM ISOLA RESOR LT. 3
JALAN SETIABUDHI NOMOR 229
BANDUNG
Berlatarbelakangkan pentingnya sastra dalam pembentukan karakteristik kebangsaan, beberapa perdebatan kesusatraan dan kebudayaan senantiasa berbanding lurus dengan perdebatan bangsa dan kebangsaan. Namun, meskipun demikian, sastra jarang dilibatkan dalam berbagai penyusunan kebijakan negara. Sehubungan dengan hal itu, HISKI ingin mengangkat derajat sastra kepermukaan sebagai sarana yang dapat memberikan keleluasaan pembentukan sikap nasionalisme di tengah masyarakat kita melalui Konferensi Kesusastraan Indonesia XX yang bertemakan “membaca ulang fungsi sosial sastra dalam menumbuhkan nilai dan sikap kebangsaan”. Konferensi tersebut diselenggarakan pada tanggal 5—7 Agustus 2009 di Auditorium Isola Resor Lt. 3, Jalam Setiabudhi Nomor 229 Bandung.
Untuk memudahkan pemahaman peserta terhadap tema konferensi tersebut, HISKI Komisariat Bandung membagi tema tersebut ke dalam empat subtema sebagai berikut, yaitu (1) pengajaran sastra dalam kaitan dengan penumbuhan nilai dan sikap kebangsaan, (2) dampak produksi sastra pada pembentukan kesadaran nasional, (3) ssastra, masyarakat perbatasan atau pesisir, dan nasionalisme, dan (4) sejarah sastra sejarah bangsa. Selain para pemakalah paralel yang membawakan makalah berdasarkan keempat subtema tersebut, konferensi itu juga menampilkan beberapa pembicara utama, yaitu Prof. Dr. Melani Budianta, Prof. Dr. Sapardi Djoko Damono, Prof. Dr. Riris K. Sarumpaet, Prof. Dr. Ganjar Kurnia, Prof. Dr. Chaedar Alwasilah, Dr. Haryatmoko, S.J., Acep Zam-Zam Noor, dan Godi Suwarna.
Acara tersebut dapat terlaksana atas kerjasama antara Pusat Bahasa Depdiknas, Balai Bahasa Bandung, Prodi Bahasa & Sastra Inggris UPI Bandung, BNI, Gubernur Provinsi Jawa Barat, H.U. Pikiran Rakyat, Bpk. Erry Ryana Hardjapamekas, Bpk. A.R. Ruslan, Bpk. Wahyu Wijaya, MIL Tours and Travel, Center for Research in Education Social Transformation, dan para donatur yang telah memberikan bantuan moril maupun materil.









Tidak ada komentar:
Posting Komentar