
aku... akulah bunga mawar
tersayang di antara kembang-kembang
jutaan tersebar di taman liar
aku... aku ditumbuhkan di atas sebuah
altar di tengah-tengah sebuah kumpulan
lontaran riuh gemuruh
aku... akulah mawar
yang tumbuh melenggang menggapai langit
dengan pongah posisi duri
tegak menantang langit
menggoda penghuni jagat
dengan segudang aroma hasrat
mengguncang gelora
aku... akulah mawar
yang pernah dibiarkan
tumbuh menjadi primadona mahal
yang pernah ditatap
jutaan mata gelisah resah
mengaduk desah-desah sesak sengal
aku... akulah mawar
yang tak pernah menatap
mata-mata hitam
bersembunyi di balik rimbun dedaunan taman
yang tak pernah menangkap
rautan cakar-cakar tajam
yang menggurat garis kasar
di permukaan tanah
aku... akulah mawar
mawar yang koyak
karena tertusuk duri
yang tak lagi mau menegak
aku... akulah mawar
yang kini terkesiap
tergelinjang terguling
mengaduh menahan perih
aku... akulah mawar
yang kini siap menantang
deru amukan kematian
aku... akulah mawar
yang kini tak sanggup
menangisi kelopak
yang mulai runtuh
aku... akulah mawar
yang kini mengerut
menahan derita
aku... akulah mawar
yang kini mulai mengkerut
aku ... akulah mawar
mawar yang terkulai
aku... akulah mawar
mawar yang terkoyak
aku... akulah mawar
mawar yang terburai
On the cloudy days, May 2010









Tidak ada komentar:
Posting Komentar