
MENDULANG ILMU MENDULANG SILATURAHMI
Senyum di dalam foto itu merupakan akhir dari kepenatan setelah mengikuti kegiatan penulisan novel anak yang diadaptasi dari skenario film. Kelas penulisan ini merupakan kelas kecil, hanya terdiri dari tujuh peserta dari sepuluh peserta yang telah memdaftarkan diri, Mbak Titi, Mbak Erna, Mbak Ratih, Mbak Dina, Mbak Eka, Mas Hadi, dan Mas Krisna. Kelas penulisan ini menghadirkan dua pembicara yang pernah mendapatkan order menulis novel adaptasi, Mas Benny (penulis novel prekuel, Mimpi Sang Garuda) dan Mas Iwok (penulis novel King).
Kedua penutur itu memberikan hal-hal baru yang sangat berharga bagi kami semua. Semula kami menganggap mentransformasi skenario ke novel merupakan pekerjaan yang mudah. Ternyata tidak demikian, penulis harus bisa menempatkan bagian-bagian skenario yang tercerai-berai. Belum lagi tenggat waktu yang disediakan begitu pendeknya, sekitar satu minggu menjelang peluncuran film dengan judul yang sama. Novel tersebut juga akan diluncurkan secara bersamaan. Duuuh, beratnya! Tenggat waktunya itu! Belum lagi komunikasi yang harus terjalin dengan pihak produser yang bisa menguras pulsa kita. Pokoknya inti yang kita dapatkan dari kedua narasumber adalah kesiapan mental dan fisik kita sepenuhnya. Selain itu, keyakinan tinggi harus kita benamkan dalam-dalam di dasar kalbu agar kita tidak tersandung putus asa.
Kelas penulisan tersebut selain sebagai sarana pendulang ilmu yang akurat, juga merupakan sarana untuk menyambung tali silaturahmi, baik dengan narasumber maupun dengan sesame peserta. Kebetulan nih kelas kecil jadi dengan mudah mengenal satu sama lain. Koordinator acara ini, Mas Ali juga mengatakan bahwa kelas kecil lebih akurat karena setiap peserta dapat lebih terawasi dan lebih leluasa untuk mengembangkan dirinya selama di dalam kelas.
PUISI ILMU
ilmu laksana air mengalir
tak pernah berhenti mengalir
hingga ke titik terendah di muka bumi
ilmu laksana api abadi di sebuah obor
yang tak kan menyala
sampai bahan bakarnya habis
ilmu laksana pergantian siang dan malam
tak pernah terputus
hingga akhir zaman
ilmu laksana gerbang seribu jalan
sarat tawaran indah
dari setiap pilihan
ilmu laksana perjalanan waktu
terus bergulir
hingga tiba pada ketentuan Sang Khalik ilmu laksana jalan
bisa dilalui dengan waktu singkat
bisa dilalui dalam tempo yang cukup melelahkan
ilmu tidak mungkin dibendung
ia akan tumpah seperti air bah
siap menghantam … menerjang apa siapa pun yang merintanginya
ilmu laksana tali
mampu mengikat hati manusia dengan sesama
dengan musuh-musuhnya
dalam simpul keabadian
ilmu hanyalah satu titipan Illahi
patut kita telan
patut kita telaah
dan … patut kita hadapkan kepada Illahi
Awal Ramadhan 1430 H
Bandung dalam balut dinginnya, 22 Agustus 2009









Tidak ada komentar:
Posting Komentar